Tenun katun Bentenan motif Masaruan warna Hitam-Putih
Jenis Kain: Tenun
Nama Motif: Masaruan
Makna Motif: "Masaruan" berasal dari kata dasar Sarua yang berarti Bersama, Serupa, atau Satu; dalam konteks ini bisa diartikan sebagai persatuan atau kebersamaan. Motif ini merupakan simbol dari harmoni sosial dan kesatuan komunitas dan secara filosofi dimaknai sebagai lambang persatuan dan kebersamaan (Masaruan), yang sangat dijunjung tinggi dalam filosofi hidup Minahasa (Si Tou Ti Mou Tou - manusia hidup untuk menghidupi manusia lain). Ini merefleksikan nilai-nilai gotong royong dan kekeluargaan.
Jenis Bahan: Katun * *
Ukuran: 2x1,15
Jenis Pewarnaan: Pewarna Sintetis
Teknik Pembuatan Kain: ATBM
Profil UMKM
Krisma Kain Bentenan yang dikelola oleh Yayasan Karema yang didirikan oleh Ibu Ony Markadi Tabuwun, telah konsisten melestarikan tenun dan kain Bentenan. Kain Bentenan merupakan kain yang istimewa karena kain ini memiliki peran utama dalam lingkaran kehidupan masyarakat Minahasa sejak abad ke-7. Bahan dasar kain bentenan terbuat dari serat kayu yang disebut “Fuya” dan serat nanas, pisang, dan bambu atau yang disebut “koffo”. Kain ini disebut sakral karena hanya diperuntukan penggunaannya untuk upacara tertentu, dan hanya digunakan oleh para pemimpin suku dan agama.
Menu Website



kainbentenan
share
Whatsapp
https://kainbentenan.myolsera.com