Fabric

Kain Batik Sungai Lemau

Rp 500,000

Product Description :

Fabric Type: Batik
Pattern Name: Bunga Raflesia dan Liku sembilan
Pattern Meaning: Makna Filosofis Motif Bunga Rafflesia dan Liku Sembilan pada Batik Sungai Lemau Bunga Rafflesia merupakan simbol kebanggaan Provinsi Bengkulu yang merepresentasikan keagungan alam, keunikan, dan keluhuran ciptaan Allah SWT. Sebagai bunga terbesar di dunia yang tumbuh secara alami di hutan tropis, Rafflesia mengajarkan bahwa keindahan sejati lahir dari proses, kesabaran, dan keseimbangan ekosistem. Dalam Batik Sungai Lemau, motif Rafflesia melambangkan harapan agar budaya, alam, dan kehidupan masyarakat terus tumbuh, berkembang, dan tetap lestari sepanjang zaman. Sementara itu, motif Liku Sembilan terinspirasi dari jalan berkelok yang menghubungkan Bengkulu dengan wilayah Sumatra bagian tengah. Kelokan-kelokannya menjadi simbol perjalanan hidup yang penuh tantangan, perjuangan, dan pengorbanan. Setiap tikungan mengajarkan bahwa keberhasilan tidak diraih melalui jalan yang lurus dan mudah, melainkan melalui kesabaran, keteguhan hati, kerja keras, serta keyakinan kepada Allah SWT. Perpaduan motif Bunga Rafflesia dan Liku Sembilan menggambarkan harmoni antara keindahan alam dan perjalanan kehidupan. Rafflesia menjadi lambang potensi dan anugerah yang dimiliki Bengkulu, sedangkan Liku Sembilan mengingatkan bahwa untuk menjaga dan mengembangkan warisan tersebut diperlukan semangat pantang menyerah, kebersamaan, dan kebijaksanaan dalam menghadapi perubahan. Dalam setiap helai Batik Sungai Lemau, kedua motif ini menjadi pesan bahwa manusia hendaknya senantiasa menjaga alam sebagai sumber kehidupan, melestarikan budaya sebagai jati diri bangsa, serta menjadikan setiap tantangan sebagai jalan menuju kemajuan dan keberkahan.
Material Type: Katun
Size: 225 x 115
Coloring Type: Pewarna Alam
Fabric Making Technique: Cap


MSME Profile

UMKM Kampung Batik Panca Mukti lahir dari semangat melestarikan warisan budaya para transmigran Jawa di Desa Panca Mukti, Bengkulu Tengah. Berawal pada masa pandemi COVID-19, para perempuan desa bangkit menghidupkan kembali seni batik hingga berkembang menjadi sentra Batik Sungai Lemau yang telah memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis. Produk yang dihasilkan meliputi kain batik tulis, batik cap, batik pewarna alam, busana, aksesori, suvenir, dan produk kriya. Keunggulannya terletak pada penggunaan pewarna ramah lingkungan, motif khas berfilosofi lokal, pemberdayaan perempuan dan generasi muda, serta komitmen menghasilkan batik berkualitas yang siap bersaing di pasar nasional maupun ekspor.