Fabric

Kain Batik Tulis Peranakan Pangruwating Suralaya

Rp 3,199,000

Product Description :

Fabric Type: Batik
Pattern Name: Pangruwating Suralaya
Pattern Meaning: “Keindahan yang Menuntun Jiwa Menuju Harmoni dan Kemuliaan.” “A Celestial Garden of Harmony and Prosperity.” Filosofi & Desain: Pangruwating Suralaya berasal dari perpaduan dua kata yang sarat akan makna spiritual dan budaya luhur. Pangruwat berarti membersihkan, membebaskan, atau menyempurnakan, sedangkan Suralaya merujuk pada kahyangan atau alam para dewa. Nama ini merepresentasikan sebuah filosofi perjalanan mendalam menuju kehidupan yang lebih luhur, penuh dengan ketenangan, keberkahan, serta keindahan batin yang hakiki. Sebagai interpretasi motif alas-alasan klasik yang berpadu selaras dengan estetika Peranakan, Pangruwating Suralaya menghadirkan visualisasi taman surgawi yang memukau. Di atas helai kain ini, terwujud lanskap kehidupan yang dipenuhi bunga-bunga bermekaran indah, kawanan burung yang bertengger dengan anggun, serta jalinan sulur-sulur kehidupan yang terus tumbuh tanpa henti. Setiap elemen dirancang sebagai simbol keharmonisan agung antara manusia, alam, dan semesta. (English) Pangruwating Suralaya derives from the profound Javanese words pangruwat (to purify, restore, or elevate) and suralaya (the heavenly or celestial realm). Together, they symbolize a sacred journey toward a more harmonious, prosperous, and enlightened life. This masterpiece is a Peranakan-inspired interpretation of the traditional Alas-Alasan theme, portraying a flourishing celestial garden filled with blooming flowers, graceful birds, and endless botanical growth. Each detailed element reflects the harmonious and deep relationship between humanity, nature, and the universe—crafted exclusively for those who appreciate true understated luxury.
Material Type: Katun
Size: 250 x 110
Coloring Type: Pewarna Sintetis
Fabric Making Technique: Tulis


KARA TUNGGA DKI Jakarta

MSME Profile

Kara Tungga is a Peranakan hand-drawn batik brand focused on preserving narratives that span the ages. The name Kara Tungga is derived from Sanskrit and means “Noble Light”. With a soft pastel palette and designs born from cultural acculturation, we strive to revive appreciation for Peranakan batik, which is gradually fading from the public sphere. We prioritize high-standard craftsmanship and curated service, ensuring that each piece embodies a relevant Peranakan aesthetic that is easily appreciated across generations.