Wastra

Kain Batik Sungai Lemau

Rp 700.000

Deskripsi Produk :

Jenis Kain: Batik
Nama Motif: Liku sembilan
Makna Motif: Makna filosofi motif Liku Sembilan yang dapat digunakan sebagai narasi resmi Batik Sungai Lemau. Filosofi Motif Liku Sembilan pada Batik Sungai Lemau Motif Liku Sembilan terinspirasi dari jalan berkelok yang menjadi salah satu ikon penghubung wilayah di Provinsi Bengkulu. Dalam Batik Sungai Lemau, motif ini melambangkan bahwa setiap perjalanan kehidupan tidak selalu lurus dan mudah, tetapi penuh tikungan, tantangan, serta ujian yang harus dihadapi dengan kesabaran, keberanian, dan keyakinan. Lekukan-lekukan pada motif Liku Sembilan menggambarkan dinamika kehidupan manusia. Setiap tikungan mengandung makna proses pembelajaran, setiap tanjakan melambangkan perjuangan, dan setiap jalan yang terbuka menjadi simbol harapan akan masa depan yang lebih baik. Filosofi ini mengajarkan bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan, melainkan melalui ketekunan, kerja keras, dan doa. Angka sembilan memiliki makna kesempurnaan ikhtiar dan kesinambungan. Dalam konteks budaya Nusantara, angka ini sering dimaknai sebagai simbol kebijaksanaan dan kematangan. Pada Batik Sungai Lemau, Liku Sembilan menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan hidup hendaknya dilalui dengan hati yang teguh, pikiran yang jernih, serta semangat untuk terus melangkah meskipun menghadapi berbagai rintangan. Motif ini juga mencerminkan karakter masyarakat Bengkulu yang tangguh, adaptif, dan pantang menyerah. Seperti jalan yang tetap menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya meskipun berliku, manusia diharapkan mampu membangun silaturahmi, mempererat persaudaraan, dan terus bergerak maju tanpa kehilangan jati diri. Melalui Batik Sungai Lemau, motif Liku Sembilan menjadi simbol perjalanan menuju kemajuan yang tetap berakar pada budaya, menghormati alam, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Setiap helai kain membawa pesan bahwa di balik setiap liku kehidupan selalu ada jalan menuju harapan, kebijaksanaan, dan keberhasilan bagi mereka yang tetap berikhtiar dan bertawakal.
Jenis Bahan: Katun
Ukuran: 225 x 115
Jenis Pewarnaan: Pewarna Alam
Teknik Pembuatan Kain: Tulis


Profil UMKM

UMKM Kampung Batik Panca Mukti lahir dari semangat melestarikan warisan budaya para transmigran Jawa di Desa Panca Mukti, Bengkulu Tengah. Berawal pada masa pandemi COVID-19, para perempuan desa bangkit menghidupkan kembali seni batik hingga berkembang menjadi sentra Batik Sungai Lemau yang telah memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis. Produk yang dihasilkan meliputi kain batik tulis, batik cap, batik pewarna alam, busana, aksesori, suvenir, dan produk kriya. Keunggulannya terletak pada penggunaan pewarna ramah lingkungan, motif khas berfilosofi lokal, pemberdayaan perempuan dan generasi muda, serta komitmen menghasilkan batik berkualitas yang siap bersaing di pasar nasional maupun ekspor.