Kain Batik Sungai Lemau
Jenis Kain: Batik
Nama Motif: Gunung Bungkuk dan kali grafi arab
Makna Motif: Batik Sungai Lemau Motif Gunung Bungkuk dan Kaligrafi Arab Pewarna Alam Daun Sawit Batik Sungai Lemau motif Gunung Bungkuk dan Kaligrafi Arab merupakan karya wastra yang memadukan keindahan alam Bengkulu Tengah, nilai-nilai spiritual, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Seluruh proses pewarnaannya menggunakan ekstrak alami dari daun sawit yang banyak berserakan di sekitar kawasan produksi batik. Daun-daun yang semula menjadi limbah biomassa dimanfaatkan kembali sebagai sumber pewarna alami, sehingga mendukung prinsip ekonomi sirkular dan menjadi bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan limbah organik dan penggunaan bahan kimia sintetis. Gunung Bungkuk, yang menjadi salah satu ikon alam Kabupaten Bengkulu Tengah, melambangkan keteguhan, ketahanan, dan harapan. Gunung berdiri kokoh menghadapi perubahan musim dan waktu, menjadi pengingat bahwa manusia harus memiliki keteguhan hati dalam menjaga alam dan mempertahankan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh leluhur. Di antara lekuk motif Gunung Bungkuk mengalir kaligrafi Arab yang menghadirkan dimensi spiritual. Kaligrafi melambangkan keagungan Allah SWT, menjadi pengingat bahwa manusia adalah khalifah di bumi yang berkewajiban menjaga keseimbangan alam, memanfaatkan sumber daya secara bijaksana, serta mewariskan lingkungan yang lestari kepada generasi berikutnya. Perpaduan lanskap alam dengan kaligrafi mencerminkan keselarasan antara hubungan manusia dengan Sang Pencipta (hablum minallah) dan hubungan manusia dengan alam serta sesama (hablum minal 'alam dan hablum minannas). Warna-warna alami yang dihasilkan dari daun sawit menghadirkan nuansa bumi yang lembut dan autentik. Setiap goresan canting tidak hanya menghasilkan selembar kain batik, tetapi juga membawa pesan bahwa limbah dapat diolah menjadi karya bernilai tinggi, budaya dapat berjalan seiring dengan inovasi, dan pelestarian lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Batik Sungai Lemau ini bukan sekadar wastra, melainkan simbol ikhtiar masyarakat Bengkulu Tengah dalam merawat warisan budaya, mengembangkan industri kreatif yang ramah lingkungan, serta berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. "Dari daun yang gugur lahir warna kehidupan; dari Gunung Bungkuk tumbuh keteguhan; dan dari kaligrafi Arab terpancar pesan bahwa menjaga alam adalah bagian dari amanah kepada Sang Pencipta."
Jenis Bahan: Katun
Ukuran: 225 x 115
Jenis Pewarnaan: Pewarna Alam
Teknik Pembuatan Kain: Kombinasi
Profil UMKM
UMKM Kampung Batik Panca Mukti lahir dari semangat melestarikan warisan budaya para transmigran Jawa di Desa Panca Mukti, Bengkulu Tengah. Berawal pada masa pandemi COVID-19, para perempuan desa bangkit menghidupkan kembali seni batik hingga berkembang menjadi sentra Batik Sungai Lemau yang telah memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis. Produk yang dihasilkan meliputi kain batik tulis, batik cap, batik pewarna alam, busana, aksesori, suvenir, dan produk kriya. Keunggulannya terletak pada penggunaan pewarna ramah lingkungan, motif khas berfilosofi lokal, pemberdayaan perempuan dan generasi muda, serta komitmen menghasilkan batik berkualitas yang siap bersaing di pasar nasional maupun ekspor.
Menu Website



kampungbatik_pancamukti_
kampongbatik.pancamukti.9
Whatsapp